![]() |
Kestabilan Ekonomi Indonesia Tak Terganggu Meski Rupiah Melemah |
PT Valbury Asia Futures menyatakan pelemahan mata uang rupiah terhadap dolar AS belum mengganggu kestabilan ekonomi di Indonesia.
“Meski demikian kami berharap mudah-mudahan untuk 2016 ini rupiah punya level kestabilan di kisaran Rp13.500-Rp14.500 per USD dengan level psikologis di Rp15 ribu,” kata Vice President PT Valbury Asia Futures Willy Leo Santiko di Semarang, sebagaimana dikutip dari Antara, Sabtu (23/1/2016).
Pihaknya mengaku optimistis, sepanjang level masih di bawah Rp15 ribu maka masih cukup masuk akal untuk rupiah dan tidak mengganggu pergerakan ekonomi secara signifikan.
“Kalau yang kita harapkan rupiah bisa menguat di kisaran Rp13.500 ke bawah akan lebih baik, tetapi jika kita bicara idealnya maka yang difavoritkan investor rupiah berada di level Rp12.500,” jelas dia.
Bahkan, jika dikaitkan dengan gejala-gejala ekonomi global, menurut dia, jika rupiah berada di level Rp13 ribu merupakan prestasi tersendiri bagi Pemerintah.
“Sepanjang ada perbaikan yang spektakuler dari Pemerintah, nilai tukar ini bisa diharapkan berada di level Rp12 ribu,” tambah dia.
Sementara itu, jika masyarakat berharap rupiah berada di bawah level Rp12 ribu dalam waktu segera maka itu tidak akan ideal bagi perekonomian Indonesia.
“Mengacu pada kondisi saat ini dan perbandingan kondisi ekonomi dalam negeri dengan sejumlah negara maka penguatan rupiah yang terjadi secara cepat akan mengganggu aktivitas ekspor Indonesia,” tambah dia.
Sekadar diketahui, nilai tukar mata uang rupiah terhadap USD pada hari ini di level Rp13.805 untuk posisi beli dan di level Rp13.943 untuk posisi jual.
Referensi: http://www.harianaceh.co.id/
0 komentar